CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Minggu, 04 Juli 2010

Cara untuk menyisipkan alamat blog pada html di U-buntu 9.10

Cara untuk menyisipkan alamat blog pada html di U-buntu 9.10

Langkah –langkahnya adalah :


1. Kita dapat menyisipkannya pada html kita dengan cara membuka kembali index.html kita dengan cara :
# nano /var/www/index.html
Ketikkan dengan cara
#klik ini

7

2. Apabila konfigurasi html anda sudah benar maka akan tampak seperti gambar di bawah ini.

8

Cara untuk menambah label di U-buntu 9.10

Langkah –langkah untuk pelabelan adalah :

1. Kali ini kita akan mencoba sedikit variasi dengan menambahkan label.
Caranya sangat sederhana, hal pertama adalah membuat label dengan nama file ‘latihan’ (terserah anda apa namanya) dengan perintah:
#mkdir /var/www/latihan
Untuk menampilkan html seperti contoh sebelumnya dapat dilakukan dengan cara :
#nano /var/www/latihan/index.html

4

2. Setelah mengetikkan perintah tersebut anda dapat menuliskan sesuatu untuk ditampilkan nantinya pada label latihan. Gambar di bawah hanyalah contoh anda dapat menggantinya dengan tulisan lain sesuka anda.

5

3. Apabila konfigurasi html anda sudah benar maka akan tampak seperti gambar di bawah ini.

6

Cara untuk memodifikasi html di U-buntu 9.10

Cara untuk memodifikasi html di U-buntu 9.10

Langkah –langkah untuk memodifikasi html adalah :

1. Pastikan DNS Server anda telah aktif, untuk cara pengkonfigurasiannya telah saya jelaskan pada Blog sebelumnya.

1
Gambar di atas adalah bukti bahwa DNS telah berhasil dengan baik.

2. Pada step ini kita akan mencoba mengubah html dengan cara sederhana, caranya adalah dengan mengetikkan
#nano /var/www/index.html
Setelah itu anda akan masuk pada format html dan anda dapat menuliskan sesuatu sesuka anda seperti contoh di bawah ini

2

3. Apabila konfigurasi html kita sudah benar maka akan tampak seperti gambar di bawah ini.

3

Kamis, 01 Juli 2010

Konfigurasi Cacti Di Ubuntu 9.10
Pendahuluan

CACTI

Cacti adalah aplikasi frontend dari RRDTool yang menyimpan informasi kedalam database MySQL dan membuat grafik berdasarkan informasi tersebut. Proses pengambilan data (lewat SNMP maupun skrip) sampai kepada pembuatan grafik dilakukan menggunakan bahasa pemrograman PHP.
Cacti (Cactus) merupakan aplikasi yang dapat menghasilkan laporan statistik jaringan dalam tampilan graphic. Cacti merupakan frontenil dari RRDtools yang menyimpan semua informasi yang diperlukan untuk membuat graph, dan menyimpan hasilnya ke dalam sebuah database MySQL. Frontend Cacti dibuat sepenuhnya dengan menggunakan bahasa PHP.

Cacti dapat digunakan untuk menyimpan graph, data sources, dan round robin archives ke dalam sebuah database. Aplikasi ini juga mendukung protocol SNMP, sehingga dapat digunakan untuk membuat traffic graph menggunakan MRTG.

Sebagai aplikasi monitoring server yang cukup kompleks, aplikasi ini sudah memiliki banyak fitur. Beberapa fitur yang dimiliki oleh Cacti diantaranya:
a. Jumlah graph itern yang tidak terhingga, dapat didefinisikan untuk setiap graph secara optional dengan menggunakan CDEF atau data source dari Cacti.
b. Mendukung semua tipe graph dari RRDTools, termasuk ARXAq STACK LINEU--31, GPRINT, COMMENT, VRULE, dan HRULE.
c. Data source dapat dibuat dengan memanfaatkan fungsi "create" dan "update", yang terdapat pada RRDTool's.
d. Mendukung file RRD dengan lebih dari satu data source, dan dapat menggunakan sebuah RRD file yang disimpan di mana saja dalam suatu iocal fiIe system.
e. Memiliki tree view yang memudahkan user untuk membuat "graph hierarchies", dan meletakkan graph dalam suatu tree.
f. Memiliki manajemen berbasis user, yang memudahkan administrator untuk menciptakan user, dan memberikan tipe permission yang berbeda antaruser.
Untuk urusan instalasi, Cacti membutuhkan beberapa paket, seperti RRDTool >= 1.2.x, MySQL >= 3.23, dan PHP >= 4.1. Sejumlah distro seperti Fedora, Debian, dan Ubuntu, sudah menyediakan paket binary Cacti pada repositori ertras-nya. Anda tinggal menggunakan paket manajemen masing-masing distro, untuk menginstalasi paket binary Cacti.

Langkah-langkah konfigurasi Cacti
#sudo apt-get install snmp snmpd rrdtool
Ini adalah perintah untuk penginstalan modul-modul pendukung cacti yaitu snmp, snmpd, dan rrdtool.
kemudian jika telah selesai barulah kita memulai proses instalasi cacti

1. Penginstalan cacti dilakukan dengan pengetikkan perintah:

#sudo apt-get install --force-y cacti atau
#sudo apt-get install -y cacti

perintah diatas maksudnya adalah, menginstall cacti beserta dengan semua depedencies yang cacti butuhkan tanpa perlu mengetahui apa-apa saja yang cacti perlukan agar dapat dijalankan. Sepertinya setelah menjalankan perintah di atas, Anda harus merestart service apache agar semua modul termuat dengan baik. Untuk merestart service apache, ketikkan perintah

#sudo /etc/init.d/apache2 restart

1
Gambar 1
Setelah memasukkan password maka klik OK pada konfigurasi mysql di atas.
Setelah itu akan muncul step berikutnya seperti di bawah ini:
2
Gambar 2
Terdapat 4 Pilihan pada jenis-jenis webserver yang dapat kita instal. Klik tipe Apache2 kemudian OK.

3
Gambar 3.
Ketikkan password yang sama seperti tadi kemudian klik OK.

4
Gambar 4.
Ulangi mengetikkan password tadi kemudian klik OK.

5
Gambar 5.
Pada configurasi cacti di atas klik YES untuk melakukan konfigurasi secara otomatis.

6
Gambar 6.
Gunakan password yang sama dengan sebelumnya untuk mengurangi kesalahan password, kemudian klik OK.

7
Gambar 7.
Kembali ketikkan password kemudian klik OK.

8
Gambar 8.
Setelah itu anda telah sampai pada step terakhir penginstalan cacti, masukkan password kemudian klik OK.

2. Konfigurasi SNMP
Setelah selesai kemudian lakukan konfigurasi snmp apabila anda belum melakukan konfigurasi sebelumnya. Apabila anda sudah melakukannya maka step ini dapat anda abaikan, tetapi apabila belum maka anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Konfigurasi SNMP
Konfigurasi /etc/default/snmpd :
# vim /etc/default/snmpd
Rubah baris :
SNMPDOPTS='‐Lsd ‐Lf /dev/null ‐u snmp ‐I ‐smux ‐p /var/run/snmpd.pid 127.0.0.1'
Menjadi :
SNMPDOPTS='‐Lsd ‐Lf /dev/null ‐u snmp ‐I ‐smux ‐p /var/run/snmpd.pid'
(Ini bertujuan, agar dapat dimonitor tanpa melalui localhost)

Konfigurasi file /etc/snmp/snmpd.conf :
# vim /etc/snmp/snmpd.conf
Tambahkan baris berikut dibawahnya :
com2sec readonly (alamat server yang akan anda monitoring) rikosahli
contoh
com2sec readonly oss.web.id rikosahli

Buka/ Aktifkan baris berikut:
disk / 10000 (untuk mengetahui penggunaan ruang harddisk)
restart snmpd
# /etc/init.d/snmpd restart
Lakukan testing snmpwalk ke server cacti (snmp)/ cacti monitor
# snmpwalk –v1 –c rikosahli oss.web.id atau
# snmpwalk –v1 –c rikosahli dl.oss.web.id atau
# snmpwalk –v1 –c rikosahli mail.cs.unud.ac.id atau
# snmpwalk –v1 –c rikosahli 172.16.160.1 atau
# snmpwalk –v1 –c rikosahli 172.16.163.1 atau
# snmpwalk –v1 –c rikosahli 172.16.168.1
(rikosahli adalah nama community )

3. Konfigurasi cacti

buka web browser, kemudian ketikkan alamat http://172.16.30.35/cacti/
maka akan keluar seperti berikut.
(IP yang digunakan adalah IP pada computer kita)


9

Gambar 9.
Klik Next setelah muncul panduan instalasi cacti seperti gambar di atas.

10
Gambar 10.
Kembali Klik Next untuk pembuatan instalasi cacti yang baru.

c11
Gambar 11.
Setelah itu melakukan itu maka anda akan sampai pada tahap akhir instalasi cacti, Klik finish untuk mengakhiri instalasi.

12
Gambar 12.
Apabila instalasi telah berhasil dilakukan maka akan muncul tampilan login seperti gambar di atas. Anda dapat masuk dengan mengisi User Name dengan nama “admin” dan Password yang telah ditentukan sebelumnya.

13
Gambar 13.
Gambar di atas adalah gambar tampilan dari cacti.


4. Proses konfigurasi cacti
disini adalah mengkondisikan server cacti sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

a.Pembuatan Device dan Graph
Untuk mengkonfigurasi pertama kali, create device – Add.

1. Pembuatan Device

14
Gambar 14.
Pada tampilan di atas isi dengan :
- Description = Router Mikrotik (Dapat anda isi dengan nama lainnya)
- Hostname = 172.16.30.62 (Dapat anda isi dengan IP yang ingin anda monitoring)
- Host Templete = Local Linux Machine
- SNMP Version = Version 1


15
Gambar 15.

16
Gambar 16.
17
Gambar 17.
Setelah melakukan tahap-tahap di atas, klik create untuk pembuatan device.

Pada Associated data Query
Add data queri dengan cara:
-SNMP –Interface statistics
Setelah itu add
Pastikan status SNMP-Interface Statistics telah success seperti yang terlihat pada kursor di gambar atas. Bila sudah berhasil maka simpan konfigurasi dengan mengklik save.


2. Pembuatan graph

Klik Create New Graphs

18
Gambar 18.
Pastikan host yang akan kita monitoring adalah Router Mikrotik (tergantung host yang ingin kita monitoring) dengan type graph “all”

19
Gambar 19.
Tandai semua Data Query dan pilih an action = Place on a tree (default tree)
Kemudian klik create

Bila berhasil maka akan muncul gambar seperti di bawah ini:
20
Gambar 20.

Pada Graph Management tandai semua.
Kemudian Choose an anction = place on a tree (default tree)
Setelah itu klik GO seperti gambar di bawah ini

21
Gambar 21.
Setelah itu akan muncul tampilan seperti berikut ini:

22
Gambar 22.
Apabila muncul gambar seperti di atas maka anda telah berhasil, hal berikutnya klik yes.



Proses Selanjutnya :
1.Pilih Graph Trees – Default Tree - Add
2.Maka akan muncul beberapa pilihan :
a. Parent Item
b. Tree Item Type
c. Host
d. Sorting Type
3.Yang perlu di pilih :
a. Tree Item Type = Host
b. Host = pilih host yang ingin di trafiic
Lalu create.

4.Untuk dapat melihat hasil Graphnya , pilih menu Graphs.

Untuk contoh dari grafik dari host yang kita monitoring




23
24
25
26
27
28
29

Adalah hal yang biasa bila selama pengkonfigurasian Cacti ini anda mengalami kesulitan, bila anda tidak berenti untuk mencoba maka anda pasti berhasil.

Minggu, 20 Juni 2010

Pendahuluan.

1.1. Sejarah DNS

Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host computer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

1.2. Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address
sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di
Intranet.


1.3. Apa itu DNS?

DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

1.4. Struktur DNS

Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:
- Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

- Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
- com Organisasi Komersial
- edu Institusi pendidikan atau universitas
- org Organisasi non-profit
- net Networks (backbone Internet)
- gov Organisasi pemerintah non militer
- mil Organisasi pemerintah militer
- num No telpon
- arpa Reverse DNS
- xx dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)

Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.
Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. contoh:
Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti
client1.training.bujangan.com.

- Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name
(FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

1.5. Bagaimana DNS itu bekerja?

Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan.
Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara
memetakan nama komputer (host) ke IP address.


Langkah-langkah Mengkonfigurasi DNS Server Pada U-buntu 9.10

1. #sudo su
2. # apt-get update
tunggu aja sampe proses updatenya selesai.
kalau updatenya udah selesai maka langsung aja anda install package bind9-nya dengan cara
3. #apt-get install bind9

no1

jika instalasi bind9 sudah selesai selanjutnya adalah install dnsutils untuk testing dan troubleshooting masalah DNS.
4. # apt-get install dnsutils

no2

Edit interface network nya dengan cara :
5. # nano /etc/network/interfaces

no3

Edit /etc/bind/named.conf.local dengan cara :
6. # pico /etc bind/named.conf.local

no4

Edit /etc/bind/named.conf.options
7. #pico /etc/bind/named.conf.options

no5

Copy standard pada format DNS
8. # cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.rikosahli.net
setelah itu

9. # pico /etc/bind/db.rikosahli.net
isikan seperti contoh tampilan dibawah ini
no6

Copy standard pada format DNS satunya
10. # cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.172

lalu edit /etc/bind/db.172
11. # pico /etc/bind/db.172
sama isikan seperti contoh dibawah ini

no7
Edit reserve /etc/resolv.conf

12. # pico /etc/resolv.conf
tuliskan seperti contoh tampilan dibawah ini

no8

Edit file /etc/hosts
13. # pico /etc/hosts
isikan seperti contoh dibawah ini

no9

Restart bind9 dan networking
14. # /etc/init.d/bind9 restart
Langkah terakhir yaitu pengecekan, pada terminal anda ketikkan;
15. # nslookup aep.com
jika yang muncul IP anda yang masukkan tadi maka proses ini telah berhasil
seperti contoh dibawah ini

no10

Testing, untuk melihat apakah DNS sudah berjalan atau belum dapat dilakukan pengetesan dengan melakukan ping ke www.rikosahli.net sehingga didapatkan gambar seperti berikut ini:

no11

Kita juga dapat melakukan koneksi ke server tetangga.
Caranya dengan memasukkan IP tetangga (yang terhubung dalam 1 LAN) pada forwarders dan kemudian melakukan langkah berikut:

no12

Testing dapat dilakukan dengan melakukan ping, sehingga di dapatkan :

no 13

Analisa

Dari percobaan yang dilakukan terdapat beberapa kendala. Pada saat pengerjaan terjadi beberapa kali error baik karena kesalahan penulisan maupun kesalahan symbol (``) tanda petik.
Error yang terjadi menyebabkan DNS tidak terkonfigurasi sempurna sehingga tidak dapat berjalan.
Hal yang harus dilakukan adalah memperbaiki kesalahan konfigurasi kita, dengan memeriksa menggunakan perintah:
# tail /var/log/syslog
Dengan menggunakan perintah di atas kita dapat melihat kesalahan konfigurasi kita sehingga dapat dengan mudah memperbaikinya.




http://linux.or.id/node/2783
http://maniakbus.blogspot.com/2010/05/konfigurasi-dns-server-pada-ubuntu-910.html