Konfigurasi Mikrotik
Sejarah Mikrotik
Dalam dunia router, mesin yang berfungsi mengarahkan alamat di Internet, Cisco merupakan nama yang sudah tidak diragukan lagi. Tetapi di dunia lain, nama Mikrotik, yang berbentuk software, lumayan dikenal sebagai penyedia solusi murah untuk fungsi router, bahkan kita dapat membuat router sendiri dari komputer rumahan.
Untuk negara berkembang, solusi Mikrotik sangat membantu ISP atau perusahaan-perusahaan kecil yang ingin bergabung dengan Internet. Walaupun sudah banyak tersedia perangkat router mini sejenis NAT, dalam beberapa kondisi penggunaan komputer dan software Mikrotik merupakan solusi terbaik. Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia, pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah orang Amerika yang berimigrasi ke Latvia dan berjumpa Arnis yang sarjana Fisika dan Mekanik di sekitar tahun 1995.
Tahun 1996 John dan Arnis mulai me-routing dunia (visi Mikrotik adalah me-routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (W-LAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Molcova, tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia. Ketika saya menanyakan berapa jumlah pelanggan yang dilayaninya saat ini, Arnis menyebut antara 10 sampai 20 pelanggan saja, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Ini agak kontradiksi dengan informasi yang ada di web Mikrotik, bahwa mereka mempunyai 600 titik (pelanggan) wireless dan terbesar di dunia. Padahal dengan wireless di Jogja dan Bandung saja, kemungkinan besar mereka sudah kalah bersaing.
Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Latvia hanya merupakan “tempat eksperimen” John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar empat ratusan pelanggannya.
Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 - 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton.
Ketika ditanya siapa saja pesaing Mikrotik, Arnis tersenyum dan enggan mengatakannya. Sewaktu saya simpulkan tidak ada pesaing, Arnis dengan sedikit tertawa menyebut satu nama yang memang sudah lumayan terkenal sebagai produsen perangkat keras khusus untuk teknologi W-LAN, yaitu Soekris dari Amerika. Tujuan utama mereka berdua adalah membangun software untuk routing, sementara kebutuhan akan perangkat keras juga terus berkembang, sehingga akhirnya mereka membuat berbagai macam perangkat keras yang berhubungan dengan software yang mereka kembangkan.
Semangat Mikrotik ini agak berbeda dari kebanyakan perusahaan sejenis di Amerika, karena mereka berkonsentrasi di pengembangan software lalu mencari solusi di hardware-nya dengan mengajak pihak ketiga untuk berkolaborasi. Dan kita dapat melihat ragam perangkat yang mereka tawarkan menjadi semakin banyak, mulai dari perangkat yang bekerja di frekwensi 2,4GHz dan 5,8GHz sampai ke interface dan antena.
Keahlian Mikrotik sebetulnya di perangkat lunak routernya, karena terlihat mereka berjualan perangkat W-LAN dengan antena omni yang sangat tidak dianjurkan pemakaiannya di dunia W-LAN, karena sangat sensitif terhadap gangguan dan interferensi. Walaupun punya tujuan yang sangat jelas, yaitu mendistribusikan sinyal ke segala arah sehingga merupakan solusi murah.
Kepopuleran Mikrotik menyebar juga ke Indonesia. Pertama kali masuk tahun 2001 ke Jogja melalui Citraweb oleh Valens Riyadi dan kawan-kawan, lalu meluas menjadi satu solusi murah untuk membangun ISP, terutama yang berbasis W-LAN. Kebetulan sekali, Jogja merupakan salah satu kota di Indonesia yang populasi pemakaian W-LAN-nya terbesar kalau dibandingkan luas daerahnya.
Keberhasilan Mikrotik me-routing dunia merupakan satu contoh, bahwa kita semua mampu membantu calon pemakai Internet untuk masuk ke dunia maya, terutama membantu membangun infrastrukturnya.
Akses mirotik:
1. via console
Mikrotik router board ataupun PC dapat diakses langsung via console/ shell maupun remote akses menggunakan putty (www.putty.nl)
2. via winbox
Mikrotik bisa juga diakses/remote menggunakan software tool winbox
3. via web
Mikrotik juga dapat diakses via web/port 80 dengan menggunakan browser
Konfigurasi Mikrotik sederhana
1. Gambar di atas merupakan gambaran contoh konfigurasi mikrotik yang akan dilakukan, untuk saat ini akan dilakukan pembahasan mikrotik pada LAN 1, jadi kita akan fokus pada mikrotik 2 yang dikonfigurasi dengan IP address 10.10.10.1.
Setelah dilakukan konfigurasi IP pada mikrotik, kita dapat mencoba melakukan ping untuk melihat apakah konfigurasi IP sudah benar atau belum, dengan cara melakukan ping dari salah satu computer pada LAN 1 ke 10.10.10.1 (Mikrotik 2)
Gambar di atas adalah bukti bahwa telah berhasil melakukan ping ke mikrotik dari salah satu computer pada LAN 1
2. Selanjutnya kita coba masuk pada software mikrotik sehingga didapatkan gambar seperti di bawah ini.
Terdapat 5 port pada mikrotik yang kita bahas saat ini, 2 port akan kita gunakan untuk akses dari mikrotik ke internet dan akses dari mikrotik ke LAN.
Masing-masing kita beri nama Internet dan LAN.
Apabila pengkonfigurasian sudah benar, maka pada interfaces list akan terlihat Internet dan LAN. Hal berikutnya yang kita lakukan adalah meng-disable port yang tidak kita gunakan, yaitu selain port internet dan LAN.
Setting NAT
1. Setting NAT kita lakukan agar computer pada LAN 1 dapat mengakses internet dengan IP static, jadi dengan NAT kita dapat tetap mengakses ke internet dengan melakukan penyamaran IP sehingga IP yang terbaca pada router di Internet adalah IP dhcp.
Hal pertama yang dilakukan adalah masuk pada firewall sehingga didapatkan gambar seperti di bawah ini. Pastikan sudah terdapat NAT yang akan kita konfigurasi pada firewall.
2. Setelah kita memastikan bahwa NAT kita sudah ada maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengubah settingan NAT agar computer pada LAN 1 dapat connect ke internet dengan melakukan virtual IP. Settingan ini dilakukan pada NAT Rule.
Pada New NAT Rule, klik action dan kemudian pilih masquerade. Masquerade disini merupakan action yang dilakukan agar kita dapat menyamarkan IP kita sehingga pada router Internet IP yang terbaca ada IP dhcp dan bukanlah IP kita yang sebenarnya.
3. Hal berikutnya adalah memastikan Chain yang kita gunakan adalah srcnat pada menu General, kemudian OK. Apabila anda telah melakukan step-step ini maka seharusnya anda sudah dapat mengakses internet walau dengan menggunakan IP static.
Konfigurasi Bandwidth.
Sama dengan pada router, dengan menggunakan mikrotik kita juga dapat mengatur kapasitas Bandwidth yang akan digunakan. Caranya sangat sederhana dan mudah, yaitu sebagai berikut.
1. Settingan bandwidth dilakukan pada queue, jadi hal pertama yang dilakukan adalah klik queue dan tambahkan/add queue dengan mengklik tanda + (yang bewarna merah), setelah itu maka kita akan masuk pada menu new sample queue.
Klik advanced dan kemudian tentukan limit bandwidth baik untuk upload maupun untuk download.
2. Setelah memilih kapasitas bandwidth untuk upload dan download maka hal selanjutnya yang kita lakukan adalah menetapkan computer dengan IP berapa yang akan kita tentukan kapasitas bandwidth nya.
Klik General dan kemudian masukkan nama computer yang ingin kita tentukan kapasitas bandwidth nya pada name dan kemudian masukkan IP address nya pada target address, kemudian OK.
3. Bila sudah melakukan konfigurasi di atas maka pada queue list yang tadinya kosong sudah terdapat hasil konfigurasi kita seperti gambar di bawah.
Tugas.
Pada tugas kali ini kita akan mengkonfigurasi 5 PC pada LAN 1 dimana PC dengan IP address 10.10.10.3, 10.10.10.4, 10.10.10.5 akan dimasukkan bersama dengan nama PC_A dengan bandwidth 128kbps dan PC dengan IP address 10.10.10.6 dan 10.10.10.7 akan dimasukkan bersama dengan nama PC_B dengan kapasitas bandwidth 384kbps.
1. Konfigurasi Bandwidth PC 10.10.10.3/4/5 (PC_A)
Dari total bandwidth 512kbps akan kita pecah 128kbps untuk 3 PC pada PC_A, hal perlu dilakukan adalah pada menu general di add queue, masukkan PC_A pada name dan isikan semua IP address : 10.10.10.3, 10.10.10.4, 10.10.10.5 pada target address.
Pada max limit masukkan target upload dan target download sebesar 128kbps, kemudian OK.
2. Konfigurasi Bandwidth PC 10.10.10.6/7 (PC_B)
Dari total bandwidth 512kbps akan kita masukkan sisanya yaitu sebesar 384kbps hasil pengurangan pemakaian 128kbps untuk pemakaian PC_A pada 2 PC di PC_B, hal perlu dilakukan adalah pada menu general di add queue, masukkan PC_B pada name dan isikan semua IP address : 10.10.10.6, 10.10.10.7 pada target address.
Pada max limit masukkan target upload dan target download sebesar 384kbps, kemudian OK.
Warning Color.
2 gambar di bawah merupakan hasil monitoring bandwidth pada Queue list.
- Warna Hijau menandakan bahwa Upload maupun Download data yang terjadi masih di bawah standard maksimum.
- Warna Kuning menandakan bahwa Upload maupun Download data yang terjadi lebih dari setengah quota bandwidth yang disediakan.
- Warna Merah menandakan bahwa Upload maupun Download data yang terjadi sudah mendekati atau melebihi quota bandwidth yang disediakan.
Kita juga dapat melihat traffic data, baik traffic data secara keseluruhan maupun traffic data dari PC yang ingin kita pantau.
Untuk melihat traffic data secara keseluruhan dari semua PC dapat kita lakukan dengan cara Torch (running) dimana terdapat beberapa konfigurasi yang harus kita lakukan, yaitu :
-Interface : LAN (sesuai dengan nama interface yang akan kita monitor)
-Collect : Pada menu collect centang semuanya kecuali VLANID
-Src. Address : 0.0.0.0/0
-Dst. Address : 0.0.0.0/0
-Protocol : any
-Port : any
Setelah selesai melakukan konfigurasi di atas maka klik Start untuk running traffic.
Untuk melihat traffic data dari PC tertentu yang ingin kita lihat dapat kita lakukan dengan cara Torch (running) dimana terdapat beberapa konfigurasi yang harus kita lakukan, yaitu :
-Interface : LAN (sesuai dengan nama interface yang akan kita monitor)
-Collect : Pada menu collect centang semuanya kecuali VLANID
-Src. Address : 10.10.10.3 (IP PC yang ingin kita monitor)
-Dst. Address : 0.0.0.0/0
-Protocol : any
-Port : any
Setelah selesai melakukan konfigurasi di atas maka klik Start untuk running traffic data.
Burst Limit
Burst limit merupakan aplikasi Queue yang kita gunakan untuk melihat graphic traffic
Secara realtime dan kita juga dapat melihat batas2 ketika user memakai bandwidth melebihi quota maksimalnya maka akan segera diturunkan.
Contoh kasus
Pada gambar di atas terlihat pengkonfigurasian kembali salah PC yang akan kita lihat burst limitnya, yaitu PC dengan IP 10.10.10.4 dengan limit bandwidth sebesar 64kbps.
Gambar di atas adalah hasil Queue list
2 Gambar di bawah adalah gambar graphic traffic dari burst limit PC 10.10.10.4 yang dilihat dengan mengklik traffic pada menu Queue list
Gambar traffic ketika melebihi Quota yaitu sebesar 114kbps dan terlihat traffic langsung diturunkan.
Gambar traffic ketika mendekati batas maksimum quota
http://adamonline.web.id/tutorial_mikrotik/pemula/sejarah-mikrotik
Kamis, 08 Juli 2010
konfigurasi Mikrotik Sederhana
Diposting oleh
Riko
di
09.05
0
komentar
Minggu, 04 Juli 2010
Cara untuk mengkonfigurasi Virtual Hosting di U-buntu 9.10
Cara untuk mengkonfigurasi Virtual Hosting di U-buntu 9.10
Virtual Host adalah sebuah alamat virtual secara lokal sehingga Anda dapat memberikan nama website bukan dengan nama “localhost” lagi .
Dengan semakin berkembangnya Internet, maka mempunyai domain sendiri bagi perorangan
atau khususnya perusahaan dan organisasi akan memberikan nilai prestigious. Betapa
tidak, dengan memasarkan produk melalui Internet maka dengan mudah orang dapat mengakses informaasi produk Anda dari belahan dunia manapun.
Tidak memandang jarak dan waktu, asalkan terhubung ke Internet maka semuanya ada di tangan Anda. Dari sinilah bisnis hosting center akhir-akhir ini sangat marak dan banyak tumbuh di Internet, termasuk di Indonesia yang tarifnya sangat murah. Namun, hanya sekadar mempunyai domain saja mungkin mudah, tetapi fasilitas dan layanan serta customer support itu yang harus menjadi prinsip setiappemilik bisnis hosting center.
Blog ini menjelaskan cara membuat virtual hosting sederhana pada Ubuntu 9.10. Hanya dengan satu IP publik kita dapat membuat banyak domain. Dan setiap domain mempunyai fasilitas e-mail tersendiri dan juga memberikan layanan ftp untuk transfer file. Apabila Anda mengombinasikan semua jenis server di atas, maka akan membutuhkan proses yang lama.
Untuk membuat DNS Server saja membutuhkan banyak waktu, belum lagi ftp server dan lainnya. Untuk itulah webmin menyertakan modul yang bernama virtual server. Modul ini cocoknya digunakan untuk membuat hosting center kecil-kecilan atau untuk sebuah kelompok organisasi/perusahaan. Modul virtual server mendukung penggunaan quota, database server, apache web server, mail server, dan ftp server.
Langkah –langkahnya adalah :
1. Langkah pertama adalah menambahkan file virtual sebagai pengganti “www”
Penambahan dapat dilakukan pada setting DNS dengan cara mengetikkan perintah:
# pico /etc/bind/db.rikosahli.net (*nama DNS)
Dan setelah muncul gambar seperti di bawah maka anda tinggal menambahkan saja file virtualnya dengan mengetik
Virtual (*nama file) A 172.16.30.35 (*Alamat IP)
2. Berikutnya kita buat sebuah directory baru di /var/www dengan cara :
#mkdir /var/www/virtual (*gunakan nama file yang sama dengan sebelumnya di atas)
3. kedua kita copy file yang berada di /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/rikosahli.net dengan cara ;
#sudo cp /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/rikosahli.net
*rikosahli.net adalah nama DNS
4. Edit file rikosahli.net dengan cara
sudo nano /etc/apache2/sites-available/rikosahli.net
5. Setelah itu edit file yang ada seperti gambar di bawah ini:
Beberapa hal yang di ubah yaitu:
- ServerName rikosahli.net (menambahkan servername dengan nama DNS)
- DocumentRoot /home/jartel6/ (sesuai dengan posisi kita)
-
6. Langkah selanjutnya adalah membuat file htlm dengan cara :
#nano /index.html
7. Setelah itu kita dapat mengubah html seperti contoh di bawah ini.
8. Untuk mengaktifkannya dapat dengan cara
#sudo a2ensite rikosahli.net
*rikosahli.net adalah nama DNS
9. Dan tahap selanjutnya dengan me-restart service apache itu bisa dengan cara :
#sudo /etc/init.d/apache2 restart
Apabila berjalan lancar maka akan terlihat [ OK ]
10. Pengetesan apakah virtual sudah berfungsi dengan baik atau belum adalah dengan mengetikkan :
#http://virtual.rikosahli.net/
Apabila konfigurasi virtual kita telah benar maka akan terlihat seperti gambar di bawah ini.
Terkadang muncul masalah yaitu html yang muncul tidak seperti yang kita tuliskan pada virtual (#nano /index.html) tetapi muncul tulisan yang sama pada #nano /var/www/index.html
Apabila anda mengalami masalah seperti itu maka anda dapat mengikuti langkah2 yang terdapat pada gambar di bawah ini.
Sumber :
http://kubaat.wordpress.com/2009/10/18/membuat-virtual-hosting-di-ubuntu/
http://ilmukomputer.org/2007/03/28/cara-mudah-dan-cepat-membuat-virtual-hosting-center/
Diposting oleh
Riko
di
06.59
0
komentar
Cara untuk menyisipkan alamat blog pada html di U-buntu 9.10
Cara untuk menyisipkan alamat blog pada html di U-buntu 9.10
Langkah –langkahnya adalah :
1. Kita dapat menyisipkannya pada html kita dengan cara membuka kembali index.html kita dengan cara :
# nano /var/www/index.html
Ketikkan dengan cara
#klik ini
2. Apabila konfigurasi html anda sudah benar maka akan tampak seperti gambar di bawah ini.
Diposting oleh
Riko
di
05.41
0
komentar
Cara untuk menambah label di U-buntu 9.10
Langkah –langkah untuk pelabelan adalah :
1. Kali ini kita akan mencoba sedikit variasi dengan menambahkan label.
Caranya sangat sederhana, hal pertama adalah membuat label dengan nama file ‘latihan’ (terserah anda apa namanya) dengan perintah:
#mkdir /var/www/latihan
Untuk menampilkan html seperti contoh sebelumnya dapat dilakukan dengan cara :
#nano /var/www/latihan/index.html
2. Setelah mengetikkan perintah tersebut anda dapat menuliskan sesuatu untuk ditampilkan nantinya pada label latihan. Gambar di bawah hanyalah contoh anda dapat menggantinya dengan tulisan lain sesuka anda.
3. Apabila konfigurasi html anda sudah benar maka akan tampak seperti gambar di bawah ini.
Diposting oleh
Riko
di
05.37
0
komentar
Cara untuk memodifikasi html di U-buntu 9.10
Cara untuk memodifikasi html di U-buntu 9.10
Langkah –langkah untuk memodifikasi html adalah :
1. Pastikan DNS Server anda telah aktif, untuk cara pengkonfigurasiannya telah saya jelaskan pada Blog sebelumnya.
Gambar di atas adalah bukti bahwa DNS telah berhasil dengan baik.
2. Pada step ini kita akan mencoba mengubah html dengan cara sederhana, caranya adalah dengan mengetikkan
#nano /var/www/index.html
Setelah itu anda akan masuk pada format html dan anda dapat menuliskan sesuatu sesuka anda seperti contoh di bawah ini
3. Apabila konfigurasi html kita sudah benar maka akan tampak seperti gambar di bawah ini.
Diposting oleh
Riko
di
05.36
0
komentar
Kamis, 01 Juli 2010
Konfigurasi Cacti Di Ubuntu 9.10
Pendahuluan
CACTI
Cacti adalah aplikasi frontend dari RRDTool yang menyimpan informasi kedalam database MySQL dan membuat grafik berdasarkan informasi tersebut. Proses pengambilan data (lewat SNMP maupun skrip) sampai kepada pembuatan grafik dilakukan menggunakan bahasa pemrograman PHP.
Cacti (Cactus) merupakan aplikasi yang dapat menghasilkan laporan statistik jaringan dalam tampilan graphic. Cacti merupakan frontenil dari RRDtools yang menyimpan semua informasi yang diperlukan untuk membuat graph, dan menyimpan hasilnya ke dalam sebuah database MySQL. Frontend Cacti dibuat sepenuhnya dengan menggunakan bahasa PHP.
Cacti dapat digunakan untuk menyimpan graph, data sources, dan round robin archives ke dalam sebuah database. Aplikasi ini juga mendukung protocol SNMP, sehingga dapat digunakan untuk membuat traffic graph menggunakan MRTG.
Sebagai aplikasi monitoring server yang cukup kompleks, aplikasi ini sudah memiliki banyak fitur. Beberapa fitur yang dimiliki oleh Cacti diantaranya:
a. Jumlah graph itern yang tidak terhingga, dapat didefinisikan untuk setiap graph secara optional dengan menggunakan CDEF atau data source dari Cacti.
b. Mendukung semua tipe graph dari RRDTools, termasuk ARXAq STACK LINEU--31, GPRINT, COMMENT, VRULE, dan HRULE.
c. Data source dapat dibuat dengan memanfaatkan fungsi "create" dan "update", yang terdapat pada RRDTool's.
d. Mendukung file RRD dengan lebih dari satu data source, dan dapat menggunakan sebuah RRD file yang disimpan di mana saja dalam suatu iocal fiIe system.
e. Memiliki tree view yang memudahkan user untuk membuat "graph hierarchies", dan meletakkan graph dalam suatu tree.
f. Memiliki manajemen berbasis user, yang memudahkan administrator untuk menciptakan user, dan memberikan tipe permission yang berbeda antaruser.
Untuk urusan instalasi, Cacti membutuhkan beberapa paket, seperti RRDTool >= 1.2.x, MySQL >= 3.23, dan PHP >= 4.1. Sejumlah distro seperti Fedora, Debian, dan Ubuntu, sudah menyediakan paket binary Cacti pada repositori ertras-nya. Anda tinggal menggunakan paket manajemen masing-masing distro, untuk menginstalasi paket binary Cacti.
Langkah-langkah konfigurasi Cacti
#sudo apt-get install snmp snmpd rrdtool
Ini adalah perintah untuk penginstalan modul-modul pendukung cacti yaitu snmp, snmpd, dan rrdtool.
kemudian jika telah selesai barulah kita memulai proses instalasi cacti
1. Penginstalan cacti dilakukan dengan pengetikkan perintah:
#sudo apt-get install --force-y cacti atau
#sudo apt-get install -y cacti
perintah diatas maksudnya adalah, menginstall cacti beserta dengan semua depedencies yang cacti butuhkan tanpa perlu mengetahui apa-apa saja yang cacti perlukan agar dapat dijalankan. Sepertinya setelah menjalankan perintah di atas, Anda harus merestart service apache agar semua modul termuat dengan baik. Untuk merestart service apache, ketikkan perintah
#sudo /etc/init.d/apache2 restart
Gambar 1
Setelah memasukkan password maka klik OK pada konfigurasi mysql di atas.
Setelah itu akan muncul step berikutnya seperti di bawah ini:
Gambar 2
Terdapat 4 Pilihan pada jenis-jenis webserver yang dapat kita instal. Klik tipe Apache2 kemudian OK.
Gambar 3.
Ketikkan password yang sama seperti tadi kemudian klik OK.
Gambar 4.
Ulangi mengetikkan password tadi kemudian klik OK.
Gambar 5.
Pada configurasi cacti di atas klik YES untuk melakukan konfigurasi secara otomatis.
Gambar 6.
Gunakan password yang sama dengan sebelumnya untuk mengurangi kesalahan password, kemudian klik OK.
Gambar 7.
Kembali ketikkan password kemudian klik OK.
Gambar 8.
Setelah itu anda telah sampai pada step terakhir penginstalan cacti, masukkan password kemudian klik OK.
2. Konfigurasi SNMP
Setelah selesai kemudian lakukan konfigurasi snmp apabila anda belum melakukan konfigurasi sebelumnya. Apabila anda sudah melakukannya maka step ini dapat anda abaikan, tetapi apabila belum maka anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:
Konfigurasi SNMP
Konfigurasi /etc/default/snmpd :
# vim /etc/default/snmpd
Rubah baris :
SNMPDOPTS='‐Lsd ‐Lf /dev/null ‐u snmp ‐I ‐smux ‐p /var/run/snmpd.pid 127.0.0.1'
Menjadi :
SNMPDOPTS='‐Lsd ‐Lf /dev/null ‐u snmp ‐I ‐smux ‐p /var/run/snmpd.pid'
(Ini bertujuan, agar dapat dimonitor tanpa melalui localhost)
Konfigurasi file /etc/snmp/snmpd.conf :
# vim /etc/snmp/snmpd.conf
Tambahkan baris berikut dibawahnya :
com2sec readonly (alamat server yang akan anda monitoring) rikosahli
contoh
com2sec readonly oss.web.id rikosahli
Buka/ Aktifkan baris berikut:
disk / 10000 (untuk mengetahui penggunaan ruang harddisk)
restart snmpd
# /etc/init.d/snmpd restart
Lakukan testing snmpwalk ke server cacti (snmp)/ cacti monitor
# snmpwalk –v1 –c rikosahli oss.web.id atau
# snmpwalk –v1 –c rikosahli dl.oss.web.id atau
# snmpwalk –v1 –c rikosahli mail.cs.unud.ac.id atau
# snmpwalk –v1 –c rikosahli 172.16.160.1 atau
# snmpwalk –v1 –c rikosahli 172.16.163.1 atau
# snmpwalk –v1 –c rikosahli 172.16.168.1
(rikosahli adalah nama community )
3. Konfigurasi cacti
buka web browser, kemudian ketikkan alamat http://172.16.30.35/cacti/
maka akan keluar seperti berikut.
(IP yang digunakan adalah IP pada computer kita)
Gambar 9.
Klik Next setelah muncul panduan instalasi cacti seperti gambar di atas.
Gambar 10.
Kembali Klik Next untuk pembuatan instalasi cacti yang baru.
Gambar 11.
Setelah itu melakukan itu maka anda akan sampai pada tahap akhir instalasi cacti, Klik finish untuk mengakhiri instalasi.
Gambar 12.
Apabila instalasi telah berhasil dilakukan maka akan muncul tampilan login seperti gambar di atas. Anda dapat masuk dengan mengisi User Name dengan nama “admin” dan Password yang telah ditentukan sebelumnya.
Gambar 13.
Gambar di atas adalah gambar tampilan dari cacti.
4. Proses konfigurasi cacti
disini adalah mengkondisikan server cacti sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
a.Pembuatan Device dan Graph
Untuk mengkonfigurasi pertama kali, create device – Add.
1. Pembuatan Device
Gambar 14.
Pada tampilan di atas isi dengan :
- Description = Router Mikrotik (Dapat anda isi dengan nama lainnya)
- Hostname = 172.16.30.62 (Dapat anda isi dengan IP yang ingin anda monitoring)
- Host Templete = Local Linux Machine
- SNMP Version = Version 1
Gambar 15.
Gambar 16.
Gambar 17.
Setelah melakukan tahap-tahap di atas, klik create untuk pembuatan device.
Pada Associated data Query
Add data queri dengan cara:
-SNMP –Interface statistics
Setelah itu add
Pastikan status SNMP-Interface Statistics telah success seperti yang terlihat pada kursor di gambar atas. Bila sudah berhasil maka simpan konfigurasi dengan mengklik save.
2. Pembuatan graph
Klik Create New Graphs
Gambar 18.
Pastikan host yang akan kita monitoring adalah Router Mikrotik (tergantung host yang ingin kita monitoring) dengan type graph “all”
Gambar 19.
Tandai semua Data Query dan pilih an action = Place on a tree (default tree)
Kemudian klik create
Bila berhasil maka akan muncul gambar seperti di bawah ini:
Gambar 20.
Pada Graph Management tandai semua.
Kemudian Choose an anction = place on a tree (default tree)
Setelah itu klik GO seperti gambar di bawah ini
Gambar 21.
Setelah itu akan muncul tampilan seperti berikut ini:
Gambar 22.
Apabila muncul gambar seperti di atas maka anda telah berhasil, hal berikutnya klik yes.
Proses Selanjutnya :
1.Pilih Graph Trees – Default Tree - Add
2.Maka akan muncul beberapa pilihan :
a. Parent Item
b. Tree Item Type
c. Host
d. Sorting Type
3.Yang perlu di pilih :
a. Tree Item Type = Host
b. Host = pilih host yang ingin di trafiic
Lalu create.
4.Untuk dapat melihat hasil Graphnya , pilih menu Graphs.
Untuk contoh dari grafik dari host yang kita monitoring
Adalah hal yang biasa bila selama pengkonfigurasian Cacti ini anda mengalami kesulitan, bila anda tidak berenti untuk mencoba maka anda pasti berhasil.
Diposting oleh
Riko
di
04.46
0
komentar